The EY G20 Entrepreneurship Model

Berdasarkan laporan The EY G20 Entrepreneurship Model, Indonesia terus mengalami pertumban ekonomi yang cepat dengan kekuatan konsumen pasar yang luas dan sumberdaya alam yang signifikan menciptakan peluang yang kuat bagi entrepreneur. Akan tetapi untuk melakukan eksploitasi, entrepreneur lokal masih memiliki tantangan untuk terus meningkat skor lima pilar yang menjadi tolak ukur The EY G20 Entrepreneurship Barometer 2013, yaitu: 1. Pendidikan dan Pelatihan, 2. Pajak dan Regulasi, 3. Budaya Entrepreneurship, 4. Akses Pendanaan, 5. Dukungan koordanasi (pemerintah). Berdasarkan perankingan dari kelima indikator tersebut, dari 20 negara anggota G20. Indikator pendidikan dan pelatihan menempati ranking ke-19, indikator pajak dan regulasi menempati ranking ke-12, indikator budaya kewirausahaan menempati ranking ke-19, indikator akses pendanaan menempati ranking ke-10, dan indikator dukungan koordinasi (pemerintah) menempati ranking ke-4.

Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa

Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa dan sumber daya manusia yang besar secara kuantitatif. Jumlah dan kapabilitas entrepreneur Indonesia juga terus meningkat, Namun secara kualitatif perlu dikembangkan dan diperkuat (developing and empowering). Keterlibatan dan support pemerintah dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan entrepreneur cukup besar dengan menempati urutan ke-empat. Dua Indikator yang menempati ranking ke-19, yaitu indikator budaya entrepeneurship dan indikator pendidikan dan pelatihan. Patut menjadi bahan evaluasi bahwa budaya entrepreneurship di Indonesia masih rendah bila dibandingkan Negara-negara lain, namun Indonesia lebih baik dari Arab Saudi yang menempati ranking terakhir yaitu ranking 20.