Kata etrepreneurship sering diterjemahkan dengan kewirausahaan. Akan tetapi pengertian kewirausahaan di Indonesia cukup beragam dan banyak diperdebatkan. Perkataan kewirausahaan (entrepreneurship) berasal dari Bahasa Perancis, yakni entreprendre yang berarti melakukan (to under take) dalam artian bahwa wirausahawan adalah seorang yang melakukan kegiatan mengorganisir dan mengatur. Istilah ini muncul di saat para pemilik modal dan para pelaku ekonomi di Eropa sedang berjuang keras menemukan berbagai usaha baru, baik sistem produksi baru, pasar baru, maupun sumber daya baru untuk mengatasi kejenuhan berbagai usaha yang telah ada.

Beberapa definisi tentang kewirausahaan yang beragam menurut pendapat para ahli yang dititikberatkan pada  perbedaan penekanan, yaitu penekanan pada Subjek (pelaku wirausaha) dan berdasarkan Objek (kegiatan wirausaha). Sebagaimana dijelaskan berikut:

Richard Cantillon (1725)

Mendefinisikan kewirausahaan sebagai orang- orang yang menghadapi resiko yang berbeda dengan mereka yang menyediakan modal. Jadi definisi Cantillon lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.

Wennekers dan Thurik (1999)

Mendefinisikan kewirausahaan dengan mensintesiskan peran fungsional wirausahawan sebagai: “…kemampuan dan kemauan nyata seorang individu, yang berasal dari diri mereka sendiri, dalam tim di dalam maupun luar organisasi yang ada, untuk menemukan dan menciptakan peluang ekonomi baru yang meliputi produk, metode produksi, skema organisasi dan kombinasi barang-pasar serta untuk memperkenalkan ide-ide mereka kepada pasar, dalam menghadapi ketidakpastian dan rintangan lain, dengan membuat keputusan mengenai lokasi, bentuk dan kegunaan dari sumberdaya dan instusi”.

Berdasarkan pendapat yang beragam tentang entrepreneurship dapat disimpulkan bahwa entreprenurship adalah suatu kegiatan usaha dengan menitikberatkan pada pelaku usaha yang memiliki jiwa kewirausahaan.