Jiwa kewirausahaan adalah kompleksitas seorang entrepreneur dalam mengelola diri dan lingkungan usahanya untuk bisa tumbuh dan menjadi pengusaha yang sukses.

Konsep Kewirausahaan dalam Islam

Islam adalah agama yang universal dan komfrehensif. Universalitas Islam mencakup aspek akidah, syariah dan akhlak. Pada aspek syariah, Islam memiliki konsep dan panduan dalam tatanan hidup bersosial dan ekonomi. Setiap bisnis dan kegiatan kewirausahaan yang diniatkan dan konsisten dilaksanakan sesuai ajaran islam merupakan salah satu bentuk penghambaan kepada Allah swt. Dan semua praktek yang dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip islam akan dihitung sebagai perbuatan baik (amal soleh) yang  dihargai oleh Allah swt.

Dalam al-Qur’an dijelaskan: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walaupun sedikit.”

Memenuhi kebutuhan hidup manusia

Islam sangat memperhatikan pentingnya bekerja dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, bahkan Allah swt akan menilai kualitas hidup dan ketakwaan hamba-Nya tidak hanya atas kesetiaannya dalam menghambakan diri pada aspek-aspek tauhid dan ibadah mahdhah, fungsi ibadah. Tapi juga berdasarkan kegiatan-kegiatan muamalah yang dilakukannya, untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai khalifah fil ardhy.

Islam tidak memisahkan antara kegiatan kewirausahaan dengan agama. Islam telah memiliki aturan dan prinsip dalam melaksanakan kegiatan kewirausahaan yang dijelaskan dalam al-Quran dan petunjuk-petunjuk operasionalnya sebagaimana diperoleh dari al-Hadits. Para wirausahawan menunjukkan kegiatan kewirausahaan mereka tidak hanya untuk tujuan memperoleh keuntungan semata, tapi untuk memenuhi kewajidan sosial (fardu kifayah).